Jumat, 24 Agustus 2012

Sekilas Info UntukGuru Honorer Kab Pekalongan - PP No 56 Tahun 2012

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA
NOMOR 56 TAHUN 2012         
TENTANG
PERUBAHAN KEDUA ATAS PERATURAN PEMERINTAH NOMOR 48                 
TAHUN 2005 TENTANG PENGANGKATAN TENAGA HONORER                                
MENJADI CALON PEGAWAI NEGERI SIPIL 
DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA
PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,
Menimbang  :  a.   bahwa  dalam  Peraturan  Pemerintah  Nomor  48 2005  tentang  Pengangkatan  Tenaga  Honorer Menjadi  Calon  Pegawai  Negeri  Sipil  sebagaimana  telah diubah  dengan  Peraturan  Pemerintah  Nomor  43    Tahun 2007, antara  lain mengatur mengenai ketentuan pengangkatan  tenaga  honorer  menjadi  Calon  Pegawai Negeri  Sipil  dilakukan  secara  bertahap  mulai  Tahun Anggaran  2005  dan  paling  lambat  selesai  Tahun 2009;
                        b.   bahwa  dalam  kenyataannya  setelah  dilakukan  evaluasi sampai  dengan  Tahun  Anggaran  2009  masih  terdapat tenaga  honorer  yang  memenuhi  syarat  Peraturan Pemerintah  Nomor  48  Tahun  2005  sebagaimana  telah diubah  dengan  Peraturan  Pemerintah  Nomor  43     Tahun  2007  tetapi  belum  diangkat  sebagai  Calon Pegawai Negeri Sipil; 
                        c.  bahwa  berdasarkan  pertimbangan  sebagaimana dimaksud  dalam  huruf  a  dan    huruf  b,    perlu menetapkan  Peraturan  Pemerintah  tentang  Perubahan Kedua  Atas  Peraturan  Pemerintah  Nomor  48   Tahun  2005  tentang  Pengangkatan  Tenaga  Honorer Menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil; 
Mengingat   :  1.   Pasal 5 ayat (2) Undang-Undang Dasar  Negara Republik Indonesia Tahun 1945;
2. Undang-Undang . . .
SALINAN 

-  2  -

  2.   Undang-Undang  Nomor  8  Tahun  1974  tentang  Pokok-
Pokok  Kepegawaian  (Lembaran  Negara  Republik
Indonesia  Tahun  1974 Nomor  55,  Tambahan  Lembaran
Negara  Republik  Indonesia  Nomor  3041),  sebagaimana
telah  diubah  dengan  Undang-Undang  Nomor  43    
Tahun  1999  (Lembaran  Negara  Republik  Indonesia
Tahun  1999  Nomor  169,  Tambahan  Lembaran  Negara
Republik Indonesia Nomor 3890);
  3.  Undang-Undang  Nomor  32  Tahun  2004  tentang
Pemerintahan  Daerah  (Lembaran  Negara  Republik
Indonesia Tahun 2004 Nomor 125, Tambahan Lembaran
Negara  Republik  Indonesia  Nomor  4437),  sebagaimana
telah  dua  kali  diubah  terakhir  dengan  Undang-Undang
Nomor  12  Tahun  2008  (Lembaran  Negara  Republik
Indonesia  Tahun  2008 Nomor  59,  Tambahan  Lembaran
Negara Republik Indonesia Nomor 4844);
  4.  Peraturan  Pemerintah  Nomor  97  Tahun  2000  tentang
Formasi Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Republik
Indonesia Tahun 2000 Nomor 194, Tambahan Lembaran
Negara  Republik  Indonesia  Nomor  4015)  sebagaimana
telah  diubah  dengan  Peraturan  Pemerintah  Nomor  54
Tahun  2003  (Lembaran  Negara  Republik  Indonesia
Tahun  2003  Nomor  122,  Tambahan  Lembaran  Negara
Republik Indonesia Nomor 4332);
  5.  Peraturan  Pemerintah  Nomor  98  Tahun  2000  tentang
Pengadaan  Pegawai  Negeri  Sipil  (Lembaran  Negara
Republik  Indonesia  Tahun  2000 Nomor  195,  Tambahan
Lembaran  Negara  Republik  Indonesia  Nomor  4016)
sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah
Nomor  11  Tahun  2002  (Lembaran  Negara  Republik
Indonesia  Tahun  2002 Nomor  31,  Tambahan  Lembaran
Negara Republik Indonesia Nomor 4192);
6. Peraturan . . .
 

-  3  -

  6.  Peraturan  Pemerintah  Nomor  9  Tahun  2003  tentang
Wewenang  Pengangkatan,  Pemindahan,  dan
Pemberhentian  Pegawai  Negeri  Sipil  (Lembaran  Negara
Republik  Indonesia  Tahun  2003  Nomor  15,  Tambahan
Lembaran  Negara  Republik  Indonesia  Nomor  4263)
sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah
Nomor  63  Tahun  2009  (Lembaran  Negara  Republik
Indonesia Tahun 2009 Nomor 164);
  7.  Peraturan  Pemerintah  Nomor  48  Tahun  2005  tentang
Pengangkatan  Tenaga  Honorer  Menjadi  Calon  Pegawai
Negeri  Sipil  (Lembaran  Negara  Republik  Indonesia  
Tahun  2005  Nomor  122,  Tambahan  Lembaran  Negara
Republik  Indonesia  Nomor  4561)  sebagaimana  telah
diubah  dengan  Peraturan  Pemerintah  Nomor  43    
Tahun  2007  (Lembaran  Negara  Republik  Indonesia
Tahun  2007  Nomor  91,  Tambahan  Lembaran  Negara
Republik Indonesia Nomor 4743);
MEMUTUSKAN:
Menetapkan :  PERUBAHAN  KEDUA  ATAS  PERATURAN  PEMERINTAH
NOMOR 48 TAHUN 2005 TENTANG PENGANGKATAN TENAGA
HONORER MENJADI CALON PEGAWAI NEGERI SIPIL.
Pasal I
Beberapa  ketentuan  dalam  Peraturan  Pemerintah  Nomor  48
Tahun  2005  tentang  Pengangkatan  Tenaga  Honorer Menjadi
Calon  Pegawai  Negeri  Sipil  (Lembaran  Negara  Republik
Indonesia  Tahun  2005  Nomor  122,  Tambahan  Lembaran
Negara  Republik  Indonesia  Nomor  4561)  sebagaimana  telah
diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 43 Tahun 2007
(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 91,
Tambahan  Lembaran  Negara  Republik  Indonesia            
Nomor 4743), diubah sebagai berikut:
1. Penjelasan . . . 

-  4  -

1.  Penjelasan  Pasal  3  ayat  (2)  diubah  sehingga  berbunyi
menjadi  sebagaimana  tercantum  dalam  Penjelasan   
Pasal 3 ayat (2) Peraturan Pemerintah ini.
2.  Ketentuan  Pasal  4  diubah  sehingga  berbunyi  sebagai
berikut:
    Pasal 4
(1)  Pengangkatan  tenaga  honorer  yang  dibiayai  dari
Anggaran  Pendapatan  dan  Belanja  Negara  dan
Anggaran  Pendapatan  dan  Belanja  Daerah,
dilakukan  melalui  pemeriksaan  kelengkapan
administrasi  setelah  dilakukan  verifikasi  dan
validasi.
(2)  Pelaksanaan  verifikasi  dan  validasi  sebagaimana
dimaksud  pada  ayat  (1)  dilakukan  oleh  Tim
Verifikasi  dan  Validasi  yang  dibentuk  oleh  Kepala
Badan Kepegawaian Negara.
3.  Ketentuan  Pasal  5  diubah  sehingga  berbunyi  sebagai
berikut:
    Pasal 5
(1)  Dokter yang telah selesai atau sedang melaksanakan
tugas  sebagai  pegawai  tidak  tetap  atau  sebagai
tenaga  honorer  pada  fasilitas  pelayanan  kesehatan
milik  pemerintah,  dapat  diangkat  menjadi  Calon
Pegawai  Negeri  Sipil  setelah  melalui  pemeriksaan
kelengkapan administrasi.
(2)  Pengangkatan sebagaimana dimaksud pada ayat  (1)
dilakukan tanpa memperhatikan masa bakti sebagai
pegawai  tidak  tetap atau masa kerja sebagai  tenaga
honorer, dengan ketentuan:
a. usia . . .
 

-  5  -
a.  usia paling tinggi 46 (empat puluh enam) tahun;
dan
b.  bersedia  bekerja  pada  fasilitas  pelayanan
kesehatan  di  daerah  terpencil,  tertinggal,
perbatasan  atau  tempat  yang  tidak  diminati
paling singkat 5 (lima) tahun.
(3)  Fasilitas  pelayanan  kesehatan  di  daerah  terpencil,
tertinggal,  perbatasan  atau  tempat  yang  tidak
diminati  sebagaimana  dimaksud  pada  ayat  (2)  
huruf  b  ditetapkan  oleh  Gubernur,  Bupati  atau
Walikota  setempat berdasarkan kriteria  yang diatur
oleh  menteri  yang  menyelenggarakan  urusan
pemerintahan di bidang kesehatan.
(4)  Tenaga  ahli  tertentu/khusus  yang dibutuhkan  oleh
negara  tetapi  tidak  tersedia  di  kalangan  Pegawai
Negeri  Sipil  dapat  diangkat menjadi  Calon  Pegawai
Negeri Sipil dengan kriteria:
a.  usia paling tinggi 46 (empat puluh enam) tahun;
dan
b.  telah  mengabdi  kepada  negara  sekurang-
kurangnya 1 (satu) tahun pada 1 Januari 2006.
(5)  Pengangkatan  tenaga  ahli  tertentu/khusus
sebagaimana  dimaksud  pada  ayat  (4)  ditetapkan
dengan  Keputusan  Presiden  atas  persetujuan
prinsip  menteri  yang  menyelenggarakan  urusan
pemerintahan  di  bidang  pendayagunaan  aparatur
negara  setelah  mendapat  pertimbangan  teknis
Kepala Badan Kepegawaian Negara.
(6)  Pengangkatan  Dokter  dan  tenaga  ahli
tertentu/khusus menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil
sebagaimana  dimaksud  pada  ayat  (1)  dan  ayat  (4),
dilakukan sampai dengan Tahun Anggaran 2014.
4. Ketentuan . . . 

-  6  -

4.  Ketentuan  Pasal  6  diubah  sehingga  berbunyi  sebagai
berikut:
    Pasal 6
(1)  Pengangkatan  tenaga  honorer  yang  penghasilannya
dibiayai  dari  Anggaran  Pendapatan  dan  Belanja
Negara  dan  Anggaran  Pendapatan  dan  Belanja
Daerah  menjadi  Calon  Pegawai  Negeri  Sipil
berdasarkan  Peraturan  Pemerintah  ini  dilakukan
secara bertahap dan sesuai dengan kebutuhan dan
kemampuan keuangan negara mulai  formasi Tahun
Anggaran  2005  sampai  dengan  formasi  Tahun
Anggaran 2012.
(2)  Pengangkatan  tenaga  honorer  menjadi  Calon
Pegawai  Negeri  Sipil  untuk  formasi  Tahun  
Anggaran 2012 sebagaimana dimaksud pada ayat (1)
ditetapkan pada tahun anggaran berjalan.
(3)  Tenaga  honorer  yang  bekerja  pada  instansi
pemerintah  dan  penghasilannya  tidak  dibiayai  dari
Anggaran  Pendapatan  dan  Belanja  Negara  dan
Anggaran  Pendapatan  dan  Belanja  Daerah  dapat
diangkat menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil  sesuai
dengan  kebutuhan  dan  kemampuan  keuangan
negara  berdasarkan  formasi  sampai  dengan  Tahun
Anggaran 2014.
5.  Di antara Pasal 6 dan Pasal 7 disisipkan 1  (satu) Pasal,
yakni Pasal 6A berbunyi sebagai berikut:
Pasal 6A
(1)  Pengangkatan  tenaga  honorer  sebagaimana
dimaksud dalam Pasal 6 ayat  (3) dilakukan melalui
pemeriksaan  kelengkapan  administrasi  dan  lulus
seleksi  ujian  tertulis  kompetensi  dasar  dan
kompetensi bidang sesama tenaga honorer.
(2) Seleksi . . . 

-  7  -

(2)  Seleksi  ujian  tertulis  kompetensi  dasar  sesama
tenaga honorer sebagaimana dimaksud pada ayat (1)
dilaksanakan  1  (satu)  kali  dengan  materi  Tes
Kompetensi Dasar  (TKD) berdasarkan kisi-kisi  yang
ditetapkan oleh Pemerintah.
(3)  Pembuatan  soal  dan  pengolahan  hasil  ujian
kompetensi  dasar  dilakukan  oleh  konsorsium
Perguruan Tinggi Negeri yang dibentuk oleh menteri
yang  menyelenggarakan  urusan  pemerintahan  di
bidang  pendayagunaan  aparatur  negara  bersama
menteri  yang  menyelenggarakan  urusan
pemerintahan di bidang pendidikan.
(4)  Pelaksanaan  ujian  tertulis  di  lingkungan  instansi
pusat  dan  provinsi  dilaksanakan  oleh  Pejabat
Pembina  Kepegawaian  masing-masing,  sedangkan
untuk  kabupaten/kota  dikoordinasikan  oleh
Gubernur  selaku  wakil  pemerintah  di  wilayah
provinsinya.
(5)  Penentuan  kelulusan  bagi  tenaga  honorer  yang
mengikuti  seleksi  ujian  tertulis  kompetensi  dasar
sebagaimana  dimaksud  pada  ayat  (2)  ditetapkan
berdasarkan nilai ambang batas kelulusan  (passing
grade)  yang  ditetapkan  oleh  menteri  yang
menyelenggarakan  urusan  pemerintahan  di  bidang
pendayagunaan aparatur negara atas pertimbangan
menteri  yang  menyelenggarakan  urusan
pemerintahan  di  bidang  pendidikan  dengan
memperhatikan  pendapat  dari  konsorsium
Perguruan Tinggi Negeri.
(6) Pengumuman . . . 

-  8  -
(6)  Pengumuman  kelulusan  ujian  tertulis  kompetensi
dasar  dilakukan  kementerian  yang
menyelenggarakan  urusan  pemerintahan  di  bidang
pendayagunaan  aparatur  negara  berdasarkan  nilai
hasil ujian  yang diolah  oleh konsorsium Perguruan
Tinggi  Negeri  dan  mempertimbangkan  masa
pengabdian tenaga honorer yang bersangkutan.
(7)  Tenaga honorer yang dinyatakan lulus ujian tertulis
kompetensi  dasar  dilakukan  tes  kompetensi  bidang
(profesi)  dengan  mempertimbangkan  dedikasi
ditetapkan  oleh  masing-masing  instansi
berdasarkan  materi  ujian  dari  instansi  pembina
jabatan fungsional.
(8)  Tenaga  honorer  yang  dinyatakan  lulus  ujian
sebagaimana dimaksud pada ayat (7) dapat diangkat
menjadi  Calon  Pegawai  Negeri  Sipil  berdasarkan
jumlah  dan  kualifikasi  formasi  sampai  dengan
Tahun Anggaran 2014 yang ditetapkan oleh menteri
yang  menyelenggarakan  urusan  pemerintahan  di
bidang  pendayagunaan  aparatur  negara  dengan
tetap  memperhatikan  kebutuhan  organisasi  dan
redistribusi serta kemampuan keuangan negara atas
pendapat  dari  menteri  yang  menyelenggarakan
urusan pemerintahan di bidang keuangan.
(9)  Tenaga  honorer  yang  dinyatakan  lulus  ujian
sebagaimana  dimaksud  pada  ayat  (8)  tetapi
kemudian  diketahui  tidak  memenuhi  persyaratan
administratif  yang  ditentukan  tidak  dapat  diangkat
atau dibatalkan menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil.
Pasal II
Peraturan  Pemerintah  ini  mulai  berlaku  pada  tanggal
diundangkan.
Agar . . . 

-  9 -

Agar  setiap  orang  mengetahuinya,  memerintahkan
pengundangan  Peraturan  Pemerintah  ini  dengan
penempatannya dalam Lembaran Negara Republik Indonesia.


Ditetapkan di Jakarta
pada tanggal 16 Mei 2012 
PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

ttd.

DR. H. SUSILO BAMBANG YUDHOYONO


Diundangkan di Jakarta
pada tanggal 16 Mei 2012 
MENTERI HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA
         REPUBLIK INDONESIA,

                               ttd.   

            AMIR SYAMSUDIN



LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA TAHUN 2012 NOMOR 121 

           
 Salinan sesuai dengan aslinya
KEMENTERIAN SEKRETARIAT NEGARA RI
      Asisten Deputi Perundang-undangan
   Bidang Politik dan Kesejahteraan Rakyat,




                    Wisnu Setiawan
 



PENJELASAN
ATAS
PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA
NOMOR 56 TAHUN 2012
TENTANG
PERUBAHAN KEDUA ATAS PERATURAN PEMERINTAH NOMOR 48                 
TAHUN 2005 TENTANG PENGANGKATAN TENAGA HONORER                                
MENJADI CALON PEGAWAI NEGERI SIPIL
 
I.  UMUM 
Dalam  Peraturan  Pemerintah    Nomor  48  Tahun  2005  tentang
Pengangkatan  Tenaga  Honorer  Menjadi  Calon  Pegawai  Negeri  Sipil
sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 43   Tahun
2007  antara lain ditentukan bahwa pengangkatan tenaga honorer menjadi
Calon  Pegawai  Negeri  Sipil  dilakukan  secara  bertahap  mulai  Tahun
Anggaran  2005  dan  paling  lambat  selesai  Tahun  Anggaran  2009  dengan
prioritas  tenaga  honorer  yang  penghasilannya  dibiayai  oleh  Anggaran
Pendapatan  dan  Belanja  Negara  dan  Anggaran  Pendapatan  dan  Belanja
Daerah.
Bahwa  dalam  kenyataannya  setelah  dilakukan  evaluasi  sampai  dengan
Tahun  Anggaran  2009  masih  terdapat  tenaga  honorer  yang
penghasilannya  dibiayai  dari  Anggaran  Pendapatan  dan  Belanja  Negara
dan  Anggaran  Pendapatan  dan  Belanja  Daerah  dan  memenuhi  syarat
Peraturan  Pemerintah Nomor  48  Tahun  2005  sebagaimana  telah  diubah
dengan  Peraturan  Pemerintah  Nomor  43  Tahun  2007  tetapi  belum
diangkat sebagai Calon Pegawai Negeri Sipil.
Dalam  Peraturan  Pemerintah  ini  juga  mengatur  tentang  perlakuan  bagi
tenaga  honorer  yang  bekerja  pada  instansi  pemerintah  dan
penghasilannya  tidak  dibiayai  oleh  Anggaran  Pendapatan  dan  Belanja
Negara dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah. 
Untuk . . . 

-  2  -

Untuk  menghargai  masa  pengabdian  tenaga  honorer  dengan  tetap
menjamin  kualitas  sumber  daya  manusia  aparatur  pemerintah  maka
pengangkatan  tenaga  honorer  menjadi  Calon  Pegawai  Negeri  Sipil  akan
dilakukan  melalui  pemeriksaan  kelengkapan  administrasi  setelah
dilakukan verifikasi dan validasi bagi tenaga honorer yang penghasilannya
dibiayai  dari  Anggaran  Pendapatan  dan  Belanja  Negara  dan  Anggaran
Pendapatan  dan  Belanja  Daerah.  Sedangkan  bagi  tenaga  honorer  yang
tidak  dibiayai  dari  Anggaran  Pendapatan  dan  Belanja  Negara  dan
Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah dilakukan melalui pemeriksaan
kelengkapan administrasi dan seleksi ujian tertulis sesama tenaga honorer
yang dilakukan secara objektif, transparan, dan akuntabel.
Untuk memetakan    jumlah  tenaga honorer yang memenuhi syarat sesuai
Peraturan  Pemerintah  Nomor  48  Tahun  2005  tentang  Pengangkatan
Tenaga  Honorer  menjadi  Calon  Pegawai  Negeri  Sipil  sebagaimana  telah
diubah  dengan  Peraturan  Pemerintah  Nomor  43  Tahun  2007,  Menteri
Pendayagunaan  Aparatur  Negara  dan  Reformasi  Birokrasi  Republik
Indonesia  telah  mengeluarkan  Surat  Edaran  Nomor  05  Tahun  2010
tanggal 28 Juni 2010  tentang Pendataan Tenaga Honorer yang bekerja di
lingkungan  instansi  pemerintah  yang  ditujukan  kepada  Pejabat  Pembina
Kepegawaian  Pusat  dan  Pejabat  Pembina  Kepegawaian  Daerah  sebagai
dasar  untuk  melakukan  pendataan  tenaga  honorer  yang  bekerja  di
lingkungan instansi pemerintah.
Adapun tenaga honorer dimaksud terdiri dari:
a.  Kategori I
Tenaga  honorer  yang  penghasilannya  dibiayai  dari  Anggaran
Pendapatan  dan  Belanja  Negara  atau  Anggaran  Pendapatan  dan
Belanja  Daerah    dengan  kriteria    diangkat  oleh  pejabat  yang
berwenang bekerja di  instansi pemerintah, masa kerja paling  sedikit 
1  (satu)  tahun pada  tanggal   31 Desember 2005 dan sampai saat  ini
masih  bekerja  secara  terus  menerus;  berusia  paling  rendah              
19 (sembilan belas) tahun dan tidak boleh lebih dari 46 (empat puluh
enam) tahun pada tanggal 1 Januari 2006.
b. Kategori . . . 

-  3  -
b.  Kategori II
Tenaga  honorer  yang  penghasilannya  dibiayai  bukan  dari  Anggaran
Pendapatan dan Belanja Negara atau  dari Anggaran Pendapatan dan
Belanja  Daerah  dengan  kriteria,  diangkat  oleh  pejabat  yang 
berwenang, bekerja di  instansi pemerintah, masa kerja paling sedikit
1  (satu)  tahun pada  tanggal 31 Desember 2005 dan  sampai  saat  ini
masih  bekerja  secara  terus  menerus,  berusia  paling  rendah             
19 (sembilan belas) tahun dan tidak boleh lebih dari 46 (empat puluh
enam)  tahun pada tanggal 1 Januari 2006.
Peraturan    Pemerintah  ini merupakan  perubahan  kedua  atas  Peraturan 
Pemerintah  Nomor  48  Tahun  2005  sebagaimana  telah  diubah  dengan
Peraturan Pemerintah Nomor 43 Tahun 2007  yang akan dijadikan sebagai
dasar  hukum  untuk  menyelesaikan  tenaga  honorer  yang  dinyatakan
memenuhi  syarat,  baik  syarat  administratif  maupun  syarat  lain  yang
ditentukan  dalam  Peraturan  Pemerintah  ini  dan  peraturan  perundang-
undangan lainnya.

II.  PASAL DEMI PASAL
Pasal I
Angka 1
  Pasal 3
    Ayat (2)
      Huruf a
        Penentuan  usia  dalam  pengangkatan  tenaga
honorer menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil:
a. bagi . . .
 

-  4  -

a.  bagi  tenaga  honorer  yang  dibiayai  dari
Anggaran  Pendapatan  dan  Belanja  Negara
dan  Anggaran  Pendapatan  dan  Belanja
Daerah  untuk  mengisi  formasi  Tahun
Anggaran 2012; dan
b.  bagi  tenaga  honorer  yang  tidak  dibiayai  dari
Anggaran  Pendapatan  dan  Belanja  Negara
dan  Anggaran  Pendapatan  dan  Belanja
Daerah  untuk  mengisi  formasi  Tahun
Anggaran 2013 dan  formasi Tahun Anggaran
2014,
berusia  paling  tinggi  46  (empat  puluh  enam)
tahun  dan  paling  rendah  19  (sembilan  belas)
tahun pada 1 Januari 2006.
      Huruf b
Penentuan  masa  kerja  dalam  pengangkatan
tenaga  honorer  menjadi  Calon  Pegawai  Negeri
Sipil:
a.  bagi  tenaga  honorer  yang  dibiayai  dari
Anggaran  Pendapatan  dan  Belanja  Negara
dan  Anggaran  Pendapatan  dan  Belanja
Daerah  untuk  mengisi  formasi  Tahun
Anggaran 2012; dan
b.  bagi  tenaga  honorer  yang  tidak  dibiayai  dari
Anggaran  Pendapatan  dan  Belanja  Negara
dan  Anggaran  Pendapatan  dan  Belanja
Daerah  untuk  mengisi  formasi  Tahun
Anggaran 2013 dan  formasi Tahun Anggaran
2014,
mempunyai . . . 

-  5  -

mempunyai  masa  kerja  paling  sedikit  1  (satu)
tahun  pada  31 Desember  2005  dan  sampai  saat
pengangkatan  Calon  Pegawai  Negeri  Sipil  masih
bekerja secara terus-menerus.
Angka 2
  Pasal 4
    Cukup jelas.
Angka 3
  Pasal 5
    Cukup jelas.
Angka 4
  Pasal 6
    Ayat (1)
    Ketentuan  ini  berlaku  bagi  tenaga  honorer  yang
memenuhi persyaratan Peraturan Pemerintah Nomor 48
Tahun  2005  sebagaimana  telah  diubah  dengan
Peraturan Pemerintah Nomor 43 Tahun 2007.
    Ayat (2)
    Cukup jelas.
  Ayat (3)
    Cukup jelas.

Angka 5 . . .

 

-  6  -

Angka 5
Pasal 6A
Cukup jelas.
Pasal II
  Cukup jelas.
 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar